Sebut Saja Introver dan Ekstrover

Suatu hari, dua orang karyawan diberi kesempatan untuk presentasi di hadapan para Senior Leader. Keduanya masih sama-sama muda, gen Y orang menyebutnya. Sama-sama menjalani penugasan kurang dari dua tahun, sama-sama memiliki pekerjaan ini sebagai pekerjaan pertamanya. Bedanya, yang satu terlihat tenang cenderung pasif, dan yang satu tampak bersemangat dan sangat aktif. Sebut saja yang satu sebagai Introver dan yang satu lagi sebagai Ekstrover.

Dan dimulailah presentasi siang itu. Presenter pertama, si Introver, memulai presentasi dengan tenang. Mencoba membangun eye contact ke audiens yang berjumlah tak lebih dari 15 orang. Sesekali nafasnya seperti tersengal, seolah sesak ketika melihat beberapa mata menatap penuh tanya ke arahnya. “entah apa yang akan ditanyakan kepadaku setelah ini?” mungkin begitu pikirnya sambil meneruskan isi presentasinya. Di slide ke 8, ia menutup presentasinya dengan sebuah quotes penyemangat bertuliskan “make it happen”, mungkin begitu cara ia menunjukkan semangat untuk memenuhi targetnya.

Presenter kedua tampil jauh lebih menarik. Dengan materi yang lebih detail, dengan style yang lebih mengundang perhatian audiens. Semangatnya menggebu, banyak kalimat-kalimat bernada optimis terlontar darinya. Suaranya lantang, gesturnya menunjukkan rasa percaya dirinya. Si Ekstrover agaknya merebut satu angka siang itu, ketika tak satupun penyampaiannya terbantah oleh sang Leader. Dan sesi presentasipun berakhir.

Dua orang, dengan dua personality berbeda, dengan style berbeda, melakukan hal yang sama, dinilai dengan indikator yang sama. Mengingatkanku pada sebuah pepatah lama dari sang empunya Teori Relativitas, sang Jenius Albert Einstein yang menyebutkan “Everybody is a Genius. But If You Judge a Fish by Its Ability to Climb a Tree, It Will Live Its Whole Life Believing that It is Stupid”. Okey, quotes itu bukan membahas tentang introver maupun ekstrover, quotes itu membahas tentang keadaan berbeda yang disikapi dengan cara yang sama.

Berikan sebuah ruangan penuh dengan orang dari berbagai kalangan dan tempatkan si Introver di sana. Sesaat kemudian kita dengan mudah menemukannya di salah satu sudut ruangan, mengamati, dengan ekspresi yang penuh kecemasan, berharap keadaan itu segera berakhir. Atau tempatkan si Ekstrover di ruangan kosong, sepi, hanya ada buku dan sebuah kursi di sana. Tak lama berselang mungkin kita tak melihatnya di ruangan itu, ia pasti berlari keluar, berusaha menemukan orang lain untuk diajak bercerita, menceritakan kisahnya.

Atau coba bayangkan jika kini keadaannya dibalik. Tempatkan si Introver di ruangan dengan buku dan ia akan merasa aman, nyaman dengan dunianya. Ia akan berimajinasi lewat tulisan yang ia baca, membentuk karya baru yang mungkin berkali lipat lebih baik dari buku yang tergeletak di sana. Atau kemudian tempatkan si Ekstrover di ruangan yang ramai. Tak lama ia akan mulai menemukan ‘panggung’nya untuk bercerita, untuk menunjukkan keahlian komuniksinya yang tak bsia dipandang sebelah mata. Dunia memang sesederhana itu ketika semuanya sesuai dengan bagaimana seharusnya.

Tapi kadang pekerjaan menuntut kita untuk berbuat lebih. Going to extra miles orang menyebutnya. Terkadang pekerjaan menuntut kita untuk menjadi seseorang yang bukan kita, mungkin. Dan tak akan pernah nyaman rasanya menjadi Introver di situasi para Ekstrover ataupun menjadi Ekstrover di dunia para Introver. Aku tak mengatakan itu mustahil, aku lebih suka menyebutnya ‘butuh waktu’. Dan butuh pengertian dari orang-orang sekitarnya. Agar si Introver tak perlu berpura menjadi Ekstrover hanya untuk disukai orang banyak, atau si Ekstrover berusaha lebih Introver untuk terlihat tenang. Agar sang ikan tak perlu lagi memanjat pohon hanya untuk menuai ucapan “selamat, kamu berhasil”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s